Senin, 03 Oktober 2016

IPS

Edit Posted by with No comments


KELEBIHAN ANAK IPS
Hasil gambar untuk kelebihan anak ips


Kalo ipa, Laboratoriumnya : Lab Fisika, Lab Kimia
Kalo ips, Laboratoriumnya : Dunia..karena anak sosial


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

kalo anak IPA = belajar jadi yg dipekerjakan
anak IPS = Belajar Jadi yang mempekerjakan

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

IPS lebih mudah bersosialisasi karena dapat pengajaran sosiologi, lebih bisa menarik hati para bos2


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


IPA memberikan porsi jam lebih banyak pada Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, dan fitur mapel lain disesuaikan
dengan bobot MIPA.
Lulusannya diarahkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dengan spesifikasi sama (meski diperbolehkan merambah
bidang lain, misalnya Bahasa, Akuntansi, Manajemen, Sosiologi, Arkeologi, dst.) dan di Indonesia sengaja jurusan ini


diperbanyak sebab Indonesia kekurangan Scientist. Namun efek sampingnya ialah:

1. Apabila lulusan IPA mengambil mata kuliah di luar IPA kelak, bisa dipastikan akan kalah dengan kawan-kawan lain
yang berasal dari jurusan yang sesuai.

2. Apabila masuk IPA hanya demi gengsi atau hanya untuk menyenangkan keluarga, bisa dipastikan selama proses
pembelajaran yang terjadi ialah stress berat, ringan, atau sedang.

3. Apabila masuk IPA tidak sesuai dengan kecerdasan dominan (e.g. Logika-Matematika) maka kasihan benar si siswa.
Memang lulusan IPA bisa jadi Insinyur(dulu, sekarang tidak ada), Arsitek, Dokter, Perancang Bangunan, atau bahkan
sarjana perikanan, tapi itu buat mereka yang benar-benar ENJOY di kelas IPA, bukan untuk mereka yang terpaksa
belajar IPA karena tidak tahu tujuan hidup.

Bagaimana dengan IPS? Di kelas IPS, kamu bisa dapat Sosiologi, Antropologi, Akuntansi, Manajemen, Tata Negara, dst.
yang tentu tidak didapatkan oleh mereka yang belajar di kelas IPA. untuk mengikuti tes masuk STAN, kamu tidak perlu
terlalu keras mempersiapkan diri karena materi tes sudah didapatkan di bangku sekolah.
Lulusan IPS bisa saja menjadi pengacara (kabar baik, kita kekurangan pengacara...), hakim, jaksa, notaris,

marketing, manajer, akuntan, arkeolog, peneliti sosial, politikus (eh, maksud saya negarawan), bupati, gubernur,
apalah...tapi kamu bisa lihat, kan? porsi lulusan IPS bergaji gedhe itu. coba taruhlah misalnya kamu lulus IPS terus


melanjutkan ke Hukum, selesai 5 tahun. Tambah 2 tahun lagi kursus kepengacaraan atau kenotariatan. Lulus kaya raya,
nih pasti. Notaris ecek-ecek saja biaya konsultasinya 500 ribu per kasus.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

1. karena masyarakat indonesia masih banyak yang nganggap pelajaran macam kimia, fisika, sama matematika itu susah,
otomatis mereka berpikiran kalo anak IPA itu pinter2.

2. banyak orang yang berlomba-lomba untuk masuk IPA karena ingin dianggap pintar dan bisa bebas memilih fakultas
manapun saat kuliah. Kadang ada anak yang gak punya potensi dan bakat di IPA yang masuk IPA karena "keajaiban" atau
"keberuntungan", bahaya kalo dipaksakan Dude, wake up! ilmuwan didunia ini udah cukup banyak! apa gunanya jadi orang


"pinter" kalo pada akhirnya dinegeri sendiri tidak diperlakukan dengan semestinya dan pada akhirnya memilih untuk
tinggal diluar negeri karena merasa lebih dihargai disana. Setelah diakui diluar negeri....ya, kalian tau lah apa
yang akan terjadi selanjutnya.

3. Peninggalan Belanda, Belanda dulu membuat sebuah anggapan dimasyarakat bahwa anak yang menguasai IPA itu lebih
pintar daripada IPS dengan maksud agar orang indonesia yang menguasai IPS lebih sedikit. tujuannya agar masyarakat
indonesia tidak mengadakan perlawanan karena seorang "revolusioner" butuh yang namanya strategi,
perencanaan/planning, dan ilmu dibidang politik dan sosial. Ini yang tidak kita dapatkan di IPA.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



JANGAN HILANG PD MU KARENA JADI ANAK IPS



Kalo mau dilihat, kenapa IPA cenderung dianggap lebih hebat, kita bisa ngelihat dari jaman penjajahan Belanda. Dulu,


Belanda kan ngebangun STOVIA (sekolah kedokteran) buat orang Indonesia. Kalo gak salah ada sekolah tekniknya juga,
tapi aku lupa. Nah dari situ, orang Indonesia udah di-brainwash bahwa untuk jadi pinter dan berhasil, masuklah ke
sekolah kedokteran atau teknik. Ga heran juga kan kalo dulu anak kecil ketika ditanya cita-citanya pasti ngejawab
pengen jadi dokter, insinyur, astronot, dsb. Tentunya, pekerjaan tadi adalah yang berhubungan dengan bidang mata
pelajaran IPA. Bokap aku aja pernah cerita kalo pas SMA itu masih ada penjurusan Kimia, Fisika, Bahasa, dan Ilmu
Sosial. Bahkan di beberapa sekolah ada guru-guru yang menggangap IPS hanya "anak buangan" yang seharusnya gak perlu
ada. Sekedar info juga, bukan rahasia umum kalo di SPMB (bahkan sampe sekarang di SNMPTN), anak IPA diperbolehkan
untuk ngambil program IPC buat ngambil jurusan anak IPS di kuliah.

Selain itu, ketika jaman orde baru dulu (bahkan sampe sekarang), masyarakat Indonesia yang (mungkin) masih feodal
dan paternalistik, masih melihat pencapaian fisik sebagai keberhasilan, kayak gedung yang dibikin sama insinyur,
dokter yang bisa nyembuhin penyakit, ahli kimia pangan yang bisa bikin makanan enak, dan lain sebagainya.

Jadi, sistem pemikiran orang Indonesia juga kebentuk bahwa IPA adalah yang terbaik. Tentunya dengan melihat sejarah
yang ada, sistem yang berlaku, juga dengan pola pikir yang ada di masyarakat Indonesia.

Sekarang, yang perlu kamu/kita lakukan, adalah tutup kuping mu terhadap orang-orang yang agak sedikit meremehkan
pilihanmu . Aku percaya, km bisa sukses di IPS, selama km tetap berusaha mencapai cita-cita dengan tetap berserah
sama Tuhan. Aku yakin kita bisa berhasil. Buktikkan bahwa kamu bisa mencapai cita-cita . Temen saya pernah
cerita,"when everybody were very doubt about my effort, i look back to them and said, 'watch me'". Oya, aku anak IPS


dan aku bangga jadi anak IPS. 

Sumber : http://william-faith.blogspot.co.id

MOTIVASI

Edit Posted by with No comments





KARENA IBU AKAN SELALU BERSAMA KITA

Alkisah, ada seorang ibu muda yang menapakkan kakinya di jalan kehidupan. “Jauhkah perjalanannya?” tanyanya. Dan si pemandu menjawab, “Ya, jalurnya berat. Dan kau akan menjadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan. Tapi akhir perjalanan akan lebih baik dari awalnya.”
Ibu muda itu tampak berbahagia, tapi dia tidak begitu percaya kalau segala sesuatunya bisa lebih baik dari masa-masa yang sudah dilewatinya. Ibu itu pun bermain-main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga bagi mereka di sepanjang perjalanan, memandikan mereka di sungai yang jernih. Mereka bermandikan sinar matahari yang hangat. Ibu muda itu bersuara kencang, “Tidak ada yang lebih indah dari ini.”
Ketika malam tiba, terjadi badai yang membuat jalanan menjadi gelap. Anak-anak bergetar ketakutan dan kedinginan. Sang ibu mendekap anak-anak dan menyelimuti mereka dengan mantelnya. Anak-anak itu berkata, “Ibu, kami tidak takut karena engkau ada di dekat kami. Karena ada ibu, kami tidak akan terluka.”
Esok paginya, ibu dan anak-anaknya mendaki sebuah bukit. Lama-kelamaan mereka menjadi lelah. Namun, sang ibu selalu berkata pada anak-anaknya, “Sabarlah sedikit lagi, kita pasti akan sampai.” Kata-kata itu cukup membuat anak-anak bersemangat kembali untuk melanjutkan pendakian mereka. Dan ketika akhirnya tiba di atas bukit, anak-anak itu berkata, “Ibu, kami tidak akan bisa sampai di sini tanpamu.”
Dan ketika berbaring di malam hari, sang ibu memandangi bintang-bintang dan mengucap syukur, “Hari ini lebih baik dari hari sebelumnya, karena anak-anak saya belajar bersikap tabah dalam menghadapi kesusahan. Kemarin, saya memberi mereka keberanian. Hari ini, saya memberi mereka kekuatan.”
Dan keesokan harinya, datang awan tebal yang menggelapkan bumi, awan peperangan, kebencian dan kejahatan. Membuat anak-anak itu tersandung dan terjatuh, tapi sang ibu berusaha menguatkan mereka, “Lihatlah ke arah cahaya kemuliaan itu.” Anak-anak itu pun menuruti. Di atas awan terlihat cahaya yang bersinar sangat terang, dan cahaya itulah yang membimbing mereka melewati kegelapan itu. Malam itu berkatalah sang ibu, “Inilah hari yang terbaik. Karena saya sudah menunjukkan Tuhan pada anak-anak saya.”
Hari pun berlalu dengan cepat, lalu berganti dengan minggu, bulan, dan tahun. Sang ibu pun mulai menua dan tubuhnya menjadi membungkuk. Sementara, anak-anaknya bertumbuh besar dan kuat, serta berjalan dengan langkah berani. Ketika jalan yang mereka lalui terasa berat, anak-anak itu akan mengangkat ibu mereka. Pada akhirnya sampailah mereka di sebuah bukit. Di atas sana, mereka bisa melihat sebuah jalan yang bercahaya dan gerbang emas dengan pintu terbuka lebar. Sang ibu berkata, “Ini sudah akhir perjalanan. Dan sekarang saya tahu, akhir perjalanan ini memang lebih baik daripada awalnya karena anak-anak saya bisa berjalan sendiri, dan begitupun cucu-cucu saya.”
Dan anak-anaknya berkata, “Ibu akan selalu menyertai kami, sekalipun Ibu sudah pergi melewati gerbang itu.” Dan anak-anak itu melihat ibu mereka berjalan sendiri, lalu gerbang itu tertutup di belakangnya. Anak-anak itu berkata lagi, “Kami memang tidak melihatnya lagi, tapi Ibu tetap ada bersama kami. Seorang ibu seperti Ibu kami lebih dari sekadar memori. Dia selalu hidup di hati kami.”
Sama seperti dalam kisah di atas, Ibu kita pun selalu bersama kita. Dia bagai suara desiran dedaunan saat kita berjalan menyusuri jalan. Ibu kita hadir di tengah canda tawa kita. Dia mengkristal di setiap airmata kita. Dialah tempat kita berasal, rumah kesayangan kita; dan dialah peta yang mengarahkan langkah yang kita ambil. Dialah cinta kita, dan tidak ada satu pun hal yang bisa memisahkan kita dengan ibu kita. Tidak juga waktu, atau tempat….ataupun kematian. Karena Ibu akan selalu bersama kita.
Sumber: https://iphincow.com